Day 19 : Talkk

Ini ringkasan intisari dari transkrip tadi, Bro. Isinya ngebongkar rahasia kenapa cara penyampaian itu jauh lebih krusial daripada materi yang dibahas, plus metode dari Larry King buat taklukin obrolan.

1. Inti Pembicaraan Bukan Soal Materi, tapi Cara Menyampaikan Banyak orang punya substansi dan materi yang sama, bahkan bahas hal kaku kayak laporan keuangan. Tapi, yang bikin omongan didengar atau diabaikan adalah cara menyampaikannya. Penyampaian yang bagus bisa langsung menembus alam bawah sadar dan memicu penerimaan lawan bicara, bahkan saat berhadapan dengan investor asing atau pejabat tinggi.

2. Jangan Takut Kelihatan Enggak Sempurna Kunci pertama komunikasi itu bukan mengejar kesempurnaan, tapi membangun koneksi psikologis dan chemistry. Jangan kaku karena takut salah atau takut jelek. Orang yang santai dan apa adanya jauh lebih enak didengar karena auranya rileks. Intinya, ngomong dulu aja tanpa overthinking, lama-lama skill-nya bakal makin lues lewat jam terbang.

3. Geser Fokus ke Lawan Bicara (Kasih Space) Kesalahan fatal banyak pembicara adalah terlalu rigid dan fokus ke diri sendiri kayak robot. Center point dari sebuah obrolan harusnya adalah lawan bicara atau audiens, bukan ego kita. Sebelum jadi orator ulung, seseorang harus jadi pendengar yang hebat dulu. Perhatikan reaksi dan mikro-ekspresi mereka biar obrolan tetap fluid dan responsif.

4. Selalu Pakai Pertanyaan Terbuka (Open-Ended Questions) Biar obrolan enggak mati dan satu arah kayak ngomong sama tembok, hindari pertanyaan yang cuma butuh jawaban "ya" atau "tidak". Tanya hal-hal yang memaksa mereka berpikir dan bercerita dalam, misalnya menanyakan bagian paling menarik dari hidup atau pekerjaan mereka. Dari sana, lu tinggal follow-up jawabannya biar obrolan terus hidup.

5. Jaga Orisinalitas dan Radikal Menjadi Diri Sendiri Jangan fake atau pura-pura jadi orang lain demi diterima, karena orang bisa langsung mencium bau kebohongan dan itu bakal menghancurkan trust. Di dunia yang penuh dengan framing, hoax, dan orang munafik yang bermuka dua demi jabatan atau duit, integritas dan kejujuran apa adanya adalah barang langka yang paling dicari. Bicara jujur, hitam bilang hitam, putih bilang putih.

Dari empat poin Larry King yang dibagikan di atas, menurut lu sendiri poin nomor berapa yang paling menantang buat diterapkan di realitas lu sekarang, Bro?



Ini transkrip lengkapnya, Bro. Semuanya udah gua rapihin biar lu enak bacanya, tanpa ada yang dipotong atau ditutup-tutupi. Raw dan apa adanya.

Guys, lu penasaran enggak sih, Guys, kenapa ada orang yang kalau ngomong itu biasa aja, gak ada yang menarik? Sebetulnya nothing spesial, tapi semua orang itu langsung pengen dengerin aja. Ada juga nih orang yang udah ngomong alur ngidur panjang kali lebar tapi malah enggak ada yang peduli, enggak ada yang mau dengerin. Sebetulnya, Guys, pembedanya ya itu bukan di apa sih sebetulnya yang mereka omongin karena materinya sama, substansinya biasanya sama, tetapi yang membedakan itu di cara mereka ngomong.

Gua bahkan ketika di Dubai diminta tuh beberapa kali buat ngejelasin ke investor asing karena mereka mau invest di Dubai. Lama-lama gua pikir gini, gua enggak bisa bahasa Arab, gua juga enggak ngerti produknya di Dubai. Tapi kenapa orang sampai bela-belain ya minta band lu yang presentasi sama mereka. Justru orang Dubanya yang minta gua lakukan itu. Yang sama juga ketika gua di Amerika, gua ngajar di New York itu gua kaget gitu ketika melihat audiens-nya gitu kan. Banyak perusahaan investasi juga di situ. Itu banyak loh perusahaan-perusahaan investasi yang justru malah minta gua yang ngomong on behalf of their own ke para calon-calon investor mereka yang ada di Amerika.

Dan ketika gua lihat yang datang itu waduh macam-macam loh. Bukan cuman ibu rumah tangga, ada polisi, ada dokter, ada arsitek, segala macam lah pokoknya yang datang di sana di acara. Dan gua kaget kenapa jadi gue yang disuruh ngomong gitu? Emang lu ada masalah apa dengan nasabah lu sendiri? Dan teman-teman di sini kalau sudah ikut Bik sudah lama ya, sudah sejak bertahun-tahun lalu kita juga sudah sering ngobrol sama pejabat-pejabat bukan cuma di Indonesia loh, tapi di luar negeri, di Jerman, di Belanda kita ngobrol dengan duta besar, dengan pengusaha, dengan investor, sampai menteri-menteri yang di luar negeri. Dan mungkin lu udah pernah lihat potongan-potongan yang hanya di secret level. But di sini gua mau sharing kenapa sih apa sih yang membedakan? Karena menurut gua substansinya juga sama. Ya, gua namanya juga ngajarin tentang investasi, ujung-ujungnya apa? Gua bahas laporan keuangan. Bahasa laporan keuangan apa sih? ngitung book value lu, ngitung laba, lu, profit margin lu, CG lu semuanya kan sama. Gua juga billing sama dosen yang ada di New York lah. Lu kan bisa ngomong gitu, kenapa harus gua? Enggak, Ben. Harus pakai bahasa lu, karena bahasa lu lebih masuk di telinga mereka.

Nah, di situ gua mulai menganalisis, Guys. Emang bedanya apa yang gua komunikasikan dengan kalian, gitu loh, dosen, profesor di situ atau duta besar atau menteri-menteri. Sebetulnya memang substansinya sama, tapi gimana cara nyampainnya itu yang penting, Guys. So, di situ akhirnya masuk di akal gua. Oh, kenapa ya? investornya gua tuh penginnya ngobrolin sama gua, kenapa enggak ngobrol langsung sama manajemennya misalkan itu, oh kenapa ya investor Dubai penginnya gue ngobrol? Apa mereka enggak ngobrol sendiri sesama mereka orang Arab dengan orang Arab? Kenapa jadi harus gua yang kasih penjelasan di situ? Gua juga ngejelasin pakai bahasa Inggris tapi yang penting cara penyampaiannya itu gimana sehingga penyampaian lu itu bisa masuk tuh ke alam bawah sadar mereka, ke penerimaan mereka.

So, gua mau sharing nih, Guys. Salah satu ilmu berbicara. Ini metode yang dipakai oleh Larry King. Nah, buat teman-teman yang belum tahu, Larry King itu adalah pembawa acara yang sangat terkenal dari Amerika Serikat. Dia udah interview begitu banyak orang mulai dari Presiden Barack Obama, Donald Trump sampai penyanyi Raja Pop ya, Michael Jackson itu interviewnya sama si Larry King dan dia berulang kali dibilang sebagai interviewer terbaik sepanjang masa. Karena ya sampai detik ini dia udah wawancara lebih dari 1000 orang, Guys. Mungkin bisa puluhan ribu orang loh yang udah diwawancara sama si Larry King ini. Artinya dia udah banyak pengalaman, dia udah banyak pengetahuan, know how, cara bangun chemistry, cara motong kata-kata, cara bertanya. Karena ya jujur aja dia udah begitu sering ngobrol dengan orang-orang yang paling berpengaruh di dunia ini, Guys.

So, ada lima, Guys. Cara penting nih supaya lu bisa jago nih ngobrol sama orang lain, sama stranger seperti Larry King. Beberapa metode ini gua pakai ketika gua ketemu sama pejabat ya, menteri di Jerman, anggota DPR di Belanda, investor-investor besar. Ini metode yang menurut gua bisa juga lu replikasi ketika lu wawancara, lu interview, lu mau cari pasangan hidup, apapun deh atau dalam pekerjaan lu sendiri, lu pakai metode ini.

Nah, yang pertama lu enggak boleh takut. Jadi lu jangan takut kelihatan jelek. Jangan takut kelihatan enggak sempurna. Lu enggak usah takut, Guys. Lu inget enggak? Pertama kali kita bikin podcast Benix, kalau di sini ada generasi yang lama, ya. Kita itu bikin podcast tuh cuma modal kamera webcam harga Rp300.000. Busuk lah. Enggak peduli pun gua gua. Tapi ya sudahlah. Namanya kita bukan bintang film ya. Kita mau sharing. Gua mau ngajar soal investasi. Modal webcam cuman harga Rp300.000. Lu mungkin masih ingat ya di ruangan perpustakaan gua dulu banyak buku-buku di belakang. Mikrofonnya jelek, kameranya busuk. Sekali ngomong gua bisa 3 jam 4 jam. Lu bayangin 3 jam 4 jam sekali ngomong. Tapi ya udah enggak usah takut. Kelihatan jelek, kelihatan enggak sempurna. So what? Enggak ada tuh efek-efek editan segala macam. Enggak ada. Ada yang masih ingat enggak sih generasi awal channel Benix ini ya seperti itu tempat sharing-nya Benix. Jadi diary investasinya Benix.

Dan penting buat teman-teman, lu boleh merasa takut. Takut enggak perfect, takut enggak sempurna. Enggak. Karena banyak orang itu enggak berani ngomong gara-gara takut salah. Dan ini justru salah. Kenapa? Soalnya Larry King ya berulang kali dia bilang, "Lu skill berbicara itu bukan soal kesempurnaan, bukan. Tapi soal membangun koneksi." Koneksi apa? Kimiawi, Guys. Chemistry dengan lawan bicara lu. Koneksi psikologis satu frekuensi. Jadi contohnya nih banyak orang gara-gara takut jelek, takut salah dia jadi kaku. Ujung-ujungnya malah enggak ngomong. Ngomongnya juga enggak nyambung. Keblinger ujung-ujungnya. Nih ada juga orang yang santai tapi kadang-kadang salah. Ujung-ujungnya jadi lebih enak didengar karena auranya langsung terasa lebih rileks. Jujurlah lu lihatan podcast lah ya. Gua jarang ikut podcast lah tapi kalau lu lihat beda tuh orang yang kalau interview dia lebih santai, lebih rileks. Walaupun dia tentang topik yang dia enggak ketahui, tapi dia apa adanya aja memang enggak ngerti. Ya tanya aja itu jauh lebih asiklah nontonnya.

Kalau gua nonton podcast-podcast luar negeri juga begitu sama banyak orang yang interview Jamie Diamond itu si JP Morgan tuh banyak yang enggak nyambung, enggak ngerti pun ilmunya si JP Morgan and the Gang. But then karena dia nyampaikan dengan sudut pandang orang awam, ya udah berangkat dari sudut pandang orang awam rileks aja, santai aja. Kalau dibilang enggak ngerti soal ETF ya so what, enggak ngerti soal S&P 500 ya so what ya. Dia bukan Jamie Diamond, dia bukan CEO Black Rock, dia bukan CEO-nya Fidelity. No. Ya, santai aja. Enggak usah takut lu kelihatan enggak sempurna. Karena memang setiap orang kan berangkat dari background yang berbeda-beda, Guys. So, lu pd aja. So, gimana caranya biar lu bisa jadi orang yang lues, canggih ngobrol, Guys? Ya, pertama lu harus berani dulu. Lu harus berani ngomong walaupun enggak sempurna.

Nah, yang kedua, lu enggak usah overthinking lah tiap kata-katanya. Kalau lu lihat Benix ya, berulang kali kita bikin video itu ngobrol ya, apa adanya aja. Kenapa lah kalau lu tahu bilang tahu ya apa adanya aja. Kalau hitam lu bilang hitam, kalau putih lu bilang putih. Kalau salah lu bilang salah. Kalau benar lu bilang benar. Lu jangan membenarkan yang salah dan jangan menyalahkan yang benar. That's it. Simpel aja. Dan ingat fokusnya itu ke pesan yang lu mau sampaikan. Ingat fokusnya ke sana. Bukan mencari kesempurnaan. Enggak, Bro. Fokusnya adalah lu mau menyampaikan pesan bukan cari kesempurnaan. Sekali lagi, Guys. Itu udah salah. Artinya lu harus shift nih mindset lu. Tadinya lu berpikir gua harus sempurna dulu, gua harus canggih dulu, gua harus hebat dulu, gua harus bisa dulu ngomong, pokoknya gua harus keren dulu lah baru ngomong. Enggak. Yang bener gini, lu ngomong dulu aja, nanti lama-lama makin bagus kok. Udah jadi lu PD aja dulu, Guys. Mau apapun itu lu PD aja dulu ikut interview. Kalau lu ngelamar kerja, makin banyak lu diinterview, makin pro lu diinterview lowangan kerja. Enggak usah takut-takut ikut. Lu mau interview wawancara orang sekali dua kali. Yang pertama pasti lu canggung, tapi lama-lama lu jadi makin lues. Dan itu memang lu harus biasakan, Guys. Karena mau enggak mau namanya manusia ya sifatnya harus sosial. Jadi lu harus bisa belajar nih bersosialisasi sama orang lain.

Yang kedua ini banyak orang yang ngacau ya ketika dia ngomong gua perhatiin nih. Apalagi di dunia investasi orang itu banyak mayoritas rigid, Guys. Rigid kayak tembok gitu. Ujung-ujungnya kayak robot ngomongnya. Nah ini rata-rata orang-orang ini kalau ngomong fokusnya ya sama dirinya sendiri doang. Padahal dia harusnya fokusnya ke lawan bicara dia. Jadi dia harus lebih banyak kasih ruangan space buat lawan bicara mereka sendiri. Di sinilah gua nge kenapa orang-orang bule itu nyamannya sama gua. Gue yang ngomong, gua yang terangin. Bahkan buat sesuatu yang perusahaan dia sendiri dia harusnya yang lebih tahulah dibanding gua. Tapi kenapa dia minta gue yang nyampain ya? Karena kalau dia nyampain itu sendiri, ujung-ujungnya dia udah kayak robot menjelaskan ya perusahaannya dia sendiri. Nah, dia minta gua terangin supaya gua pakai bahasa yang memfokuskan ke lawan bicara gua sendiri.

Jadi, contohnya nih, banyak orang ketika presentasi ya, dia fokusnya ke dirinya sendiri. Dia enggak mikirin audiens-nya. Apa sih yang diharapkan dari audiens-nya? Oh, mereka mau lihat bagaimana perkembangan kebun nanas kita yang ada di Kalimantan. Oh, mereka mau lihat bagaimana perkembangan investasi Benix di teknologi pertanian. Harusnya itu yang difokusin. Bukan soal, "Eh, gua kelihatan gimana ya, penampilan gua bagus enggak ya? Gua tadi salah ngomong enggak ya?" Bukan itu, Guys. Enggak. Lu mau sampaikan pesan yang diinginkan oleh audiens lu. Perkembangannya apakah tambah nyungsep? Apakah tambah baik, apakah ada gagal panen? Apakah panen raya? Kalau lu malah fokus pada hal-hal yang enggak penting tadi, apa bagus enggak ya slide-nya, presentasinya, cara ngomongnya, tata bahasanya, urutan dialognya, ujung-ujungnya apa lu ngomongnya jadi enggak nyambung, Bro. Karena lu bukan fokus pada pesan yang lu mau sampain. Enggak. Lu malah fokus pada hal yang salah. Yaitu tadi mengejar kesempurnaan. Ya, enggak ada juga yang sempurna, Guys. Ujung-ujungnya ya orang yang malah lebih fokus nih sama diri sendiri, ujung-ujungnya jadi makin kaku lah. Banyak gua lihat orang ketika ngejelasin itu ya jatuhnya jadi kaku banget. Dan ini sama kayak generasi awal Steve Jobs atau CEO-nya Nvidia. Awal-awal tuh kalau lihat presentasi mereka kayaknya fokusnya ya sama dirinya sendiri aja. Bukan eh audience itu ke sana mau dengerin apa sih teknologi AI terbaru kah dari Nvidia atau microchip mereka yang bisa mengalahkan teknologinya AMD. Bukan itu yang dilihatin. Nah, padahal harusnya fokusnya lebih ke sana. But that's ok. Even Steve Job aja belajar dari pengalaman dia, presentasi yang salah-salah.

Jadi yang kedua ini ilmunya lu harus focus ke lawan bicara lu supaya dia ujung-ujungnya jadi lebih nyaman, pembicaraan lu jadi lebih nyambung dan ujung-ujungnya jadi lebih natural. Kenapa? Karena yang fokus center point-nya adalah tamu lu, lawan bicara lu, Guys. Bukan lu sendiri. So, gimana caranya, Pak? Bisa jadi pembicara yang baik tanpa berbicara, kan itu konteksnya. Nah, ini ilmu juga yang dipakai sama Adolf Hitler, Guys. Banyak orang bilang Adolf Hitler itu orator yang ulung, yang hebat. No salah. Sebelum dia menjadi orator yang ulung, dia adalah pendengar yang hebat. Ini jarang yang bahas ini di buku-buku yang membahas tentang Hitler ataupun orator hebat di luar sana. Kelebihan mereka itu bukan jago ngomong no, tapi jago mendengarkan. So, lu kalau lu mau menjadi orang yang bisa fokus ke lawan bicara, bisa connect sama mereka, lu harus mau apa? Satu, lu harus mau mendengarkan mereka dengan serius, Guys. Pasang telinga lu. Bukan siapin serangan balik, siapin tanyaan selanjutnya. Enggak. Dengerin apa yang diomongin. Terus lu harus berani kasih tanggapan. Bukan cuma ngantri nih nunggu giliran ngomong. Lu harus berani langsung ngasih tanggapan on the spot. Oh, gitu ya, Pak. Memangnya kenapa kalau enggak seperti itu? Kalau begini gimana? Dan lu harus juga konsisten nih cek reaksinya mereka gimana supaya fluid. Oh, dia mau arahnya belok kanan. Oh, nanti belok ke kiri. Oh, nanti agak mundur sedikit. Oh, nanti mulai ngebuka. Lu lihat tuh tanggapan mereka, reaksi mereka gimana. Lu jangan buta. Banyak orang udah buta huruf, buta sosial lagi. Akibatnya mereka enggak tahu apa sih micro expression-nya mereka. Apakah mereka udah boring, ngantuk, kesal? Ya, lu harus responsiv tuh sama itu tuh. So, dari situ lu bisa lihat ya, bukan lu yang harus kelihatan keren, Guys. Tapi lawan bicara lu yang harusnya dapat spotlight, yang harusnya terlihat keren, terlihat hebat, terlihat nyaman buat duduk di situ sama lu sehingga dia bisa ngalir, bisa open, bisa ngobrol sama lu. Karena esensinya apa? Lu kan pengen ngobrol di situ. Itu loh, Guys.

Ngeri banget ini, Guys. Perang di Timur Tengah tambah panas dan ujung-ujungnya harga minyak dunia pasti tambah naik. Artinya nih bakal makin banyak loh perusahaan-perusahaan di Indonesia yang tambah rugi, tambah nyungsep, termasuk juga saham-saham yang ada di IHSG, Guys. So, terus gimana nih caranya supaya lu enggak tambah rugi, lu enggak tambah miskin, lu enggak tambah nyungsep lebih dalam lagi, Guys? Sebetulnya caranya gampang, Guys. Karena ada di sekolah Saham Benix season 10 yang resmi dibuka lagi nih. Nah, di sini seru banget, Guys. Karena kali ini lu bakal belajar ya cara menghindari saham-saham yang pasti tambah nyungsep, yang pasti tambah rugi. Dan bukan cuman itu, lu juga bakal belajar cara menemukan nih saham-saham yang bakal diuntungkan justru ketika dunia tambah panas.

So, buat teman-teman nih, buat kamu-kamu yang masih pemula, masih newbe, masih beginner di dunia saham dan lu pengen belajar gimana sih cara investasi yang benar dari nol, nah ini dia. Inilah momen yang paling tepat. Ini saat yang paling pas, Guys. Kenapa? Karena bentar lagi market crash sudah ada di depan mata, Guys. Kita menuju detik-detik yang menegangkan. Apalagi, ya, suku bunga di Amerika Serikat bakal makin naik tinggi loh. So, kamu pengin tahu enggak sih? Kamu pengin bisa ngerti enggak sih perusahaan mana yang layak buat diinvestasikan? mana yang tidak layak sama sekali. Nah, lu enggak usah khawatir karena semuanya bakal kita bahas tuntas di sekolah Saham Benix season 10 ini. Karena cuman di sini ya, kita bakal belajar bareng cara membaca laporan keuangan, ekonomi makro, sektor-sektor unggulan yang ada di IHSG sampai perusahaan-perusahaan yang bisa jadi penggerak bursa efek Indonesia, Guys. Apalagi di sini juga ada sesi Ask Me Anything ya, sesi di mana lu bisa bebas tanya apa aja ke Benix langsung soal dunia saham dan investasi.

So, tunggu apa lagi, Guys? Segera daftarin dirimu sekarang juga. Mumpung sekarang lagi ada diskon 30% nih. Dari yang tadinya harganya Rp12.300.000 sekarang jadi cuman Rp8.600-an doang. Tapi lu inget ya, diskon 30% ini cuma berlaku terbatas. Karena diskon 30% ini cuma untuk 30 orang pertama yang mendaftar sekolah Saham Benix sebelum tanggal 30 Mei 2026. So, tunggu apa lagi nih? Yuk, segera daftarin dirimu sekarang juga. Hubungin WhatsApp admin kita Michelle di 0811868959 atau lu bisa kunjungin website kita juga di www.sekolahsambenix.com. Oke, Guys. Sampai ketemu, ya. Salam sehat, salam cuan.

Dan kalau lu udah bisa bangun koneksi itu, ujung-ujungnya yang ketiga nih, lu bisa mulai bertanya bertanya pertanyaan yang benar yang bikin orang ngomong. Karena esensinya ya ketika lu ngobrol itu bukan lu yang ngobrol satu arah kayak ngobrol sama tembok lu, bukan. Tapi esensinya lu tuh pengin orang lain mau ngomong sama lu, mau terbuka sama lu. Ya, lu bayangkanlah kalau gua ngobrol nih sama pejabat tinggi dari Rusia, Jerman, udah jelaslah di situ ada intimidasi, udah jelaslah itu beda sama ngobrol sama orang biasa. Kenapa? Karena mereka ada beban politik, mereka ada beban rahasia negara, beban strategik. Mungkin ada intimidasi juga di situ yang mau disampaikan secara langsung maupun tidak langsung. Artinya lu akan lebih susah bawa orang itu buat bicara sama lu. Tapi lu tetap harus bisa. Lu harus bisa bikin orang lain mau ngomong sama lu karena lu pengin dia open.

Nah, inilah yang bikin Larry King itu jadi interviewer yang hebat, Guys. Kenapa? Karena kalau lu lihat ya metode-metode pertanyaan dia, dia enggak pernah nanya, "Lu kerja di mana, apa kabarnya?" Itu kan jawabannya pendek, Guys. Jawaban-jawaban pendek. Jangan, Guys. Lu justru cari open-ended question. Contoh, daripada lu nanya kerjaan lu apa, lu nanya gini nih. Apa sih bagian yang paling menarik dari kerjaan lu? Lu tanyanya begitu. Akibatnya dia langsung gali, dia mikir ke dalam. Yang menarik apa ya? Oh, ke kantornya dekat. Oh, bosnya lucu, mantan tukang sulap. Oh, gitu. Dia mulai berpikir tuh, Guys, apa sih bagian yang menarik dari pekerjaan lu? Di situ langsung jadi ngobrol. Beda dengan lu nanya kerja di mana? Kerja di bank. Oh, selesai. Buntu langsung, Bro. Enggak bisa.

Nah, Larry King bilang selalu asking for an open-ended questions. So, lu harus menghindari pertanyaan yang sifatnya jawaban ya atau jawabannya nanti tidak. Ini jadi pertanyaan ya dan tidak. Enggak boleh. Lu harus selalu menggunakan pertanyaan yang terbuka ujung-ujungnya karena pertanyaan lu terbuka akan ada obrolan tambahan tuh dari jawaban dia yang open-ended question itu. Dan dari situ lu bisa langsung memfollow up jawabannya mereka. Oh, bagian menarik dari pekerjaan Bapak adalah Bapak harus meresikokan nyawa Bapak ya setiap harinya ya karena terbangnya 3 jam per hari pakai helikopter terus nyambung lagi pakai pesawat kecil. Memang Bapak enggak takut kalau pesawatnya nyungsep terus Bapak dimakan ikan hiu di laut? Jadi nyambung tuh pertanyaan lu dibanding lu nanya kerjanya di mana? Kerja di bank. Selesai. Jadi lu enggak usah takut harus kelihatan banyak ngomong. Enggak. Yang lu harus pikirkan adalah lu harus bikin orang lain itu banyak ngomong.

So, ketika gua presentasi atau gua ngajar, gua usahakan sebetulnya yang lebih banyak itu mereka. Jadi, mereka yang lebih terlibat. Kayak zaman dulu ya kita bikin kan ada ama orang yang nanya lebih begitu lah. Jadi enggak unscripted semuanya kita bahas, kita jawab sesuai dengan apa yang ada di situasi di lapangan aja. That's it. Dan itu yang lebih menarik karena ternyata ketika lu tanyakan balik ke mereka, contoh yang polisi yang di New York, gua tanya, "Emang Bapak gajinya berapa? Memang Bapak pensiunnya kapan? Seandainya Bapak nanti pensiun, apa yang pengin Bapak lakukan? Oh iya, Pak Benny. Saya pengin tetap bisa liburan. Saya dua kali, setahun dua kali ke Las Vegas. Saya pengin ke Hawai. Cita-cita saya bisa pensiun di Hawai. Berapa jumlah yang harus saya tabung? Uang pensiun saya di Roth IRA sekian, tabungan saya di ETF sekian. Jadi banyak tuh yang diceritain. Padahal gua cuma nanya, "Bapak nanti kalau pensiun udah mau ngapain? Bapak ingin lakukan apa?" gitu. Gua bukan nanya target tabungan dia berapa, target pertumbuhan dia berapa persen setahun. Gua enggak nanya itu yang gua tanya. Bapak kalau nanti pensiun, Bapak pengin lakukan apa? Oh, dia pengin gini gini gini gini gini gitu. Jadi panjang, jadi hidup. Baru dari situ kita bikin struktur finansialnya. Bapak gajinya berapa sekarang? Dia sekitar 16.000 per bulan. Nanti kalau pensiun jadi cuma 10.000 dolar per bulan gaji dia dalam 1 tahun. Oke, kita hitung state income tax dia berapa, pajak di negara bagian dia berapa. Ada lagi nanti federal income tax, pajak di level negara federal, pajak pemerintah pusat. Nanti kita hitung dengan gaya hidup dia yang mau dia pertahankan berapa. Tapi bayangkan kalau dari awal langsung gua tanya, "Gaji lu berapa?" gitu. Orang udah langsung BT lah, Bro. Tapi kan enggak itu yang kita lakukan. So, Teman-teman di sini lu harus tahu ketika lu ngobrol minimalisir lu yang harus banyak ngomong itu jangan. Lu justru harus jadi pendengar yang baik. Lu harus bikin orang lain yang banyak ngomong, bukan lunya ya salah tuh.

Nah, yang keempat lu itu harus PD menjadi diri sendiri, Guys. Lu jangan fake, jangan jadi orang lain. Udah kebanyakan orang lain di dunia ini, Guys. Lu harus jadi diri lu sendiri lah. Karena kalau enggak ya orang bisa langsung ngerasain kalau lu enggak jadi diri sendiri, artinya lu fake. Orang bisa langsung terasa tuh, "Ah, ini orang ngibul aja nih, bohong aja." Iya, simpel. Dan itu bisa bikin trust itu hilang. Contoh paling gampang orang itu enggak senang kalau di Indonesia orang lihat orang sok pintar tuh langsung ilfil atau orang nunjuk-nunjuk Benix itu buzzer. Padahal Benix bukan buzzer pemerintah. Duitnya dari mana pemerintah? Kagak ada bro. George Soros anjing-anjing peliharaan. George Soros mau nyogok gua miliaran gua tolak. Faktanya gua tolak gua enggak butuh. Terus lu menurut lu pemerintah sanggup bayar gua kagak beda. Lu harus hati-hati.

Apalagi sama profesor-profesor guru besar S3 pengkhianat bangsa. Cita-citanya jadi komisaris. Begitu dipecat jadi komisaris. BUMN marah, tantrum, bocil. Hati-hati lu. Apalagi youtuber-youtuber tuh banyak tuh. Gua terus terang aja ditawarin jadi komisaris. Gua tolak, Bro. Najis gua. buat apa? Pakai otak dong lu mikir. Enggak bakal sanggup negara bayar gua. Kenapa? Karena ya gua ngomong apa adanya. Gua yang paling independen. Gua jelas independen. Gua tidak pernah makan duit APBN. Gua tidak pernah jadi komisaris BUMN. Dan gua tidak punya cita-cita kerja di BUMN. Kagak, Bro. Ada-ada aja lu. Dan lu harus hati-hati orang-orang yang sekarang banyak framing-framing itu. Lu cek historical-nya apa. Jadi saksi ahli membela koruptor, Guys. Jiji gua lihatnya. Lu cek itu profesor pengkhianat bangsa itu apa? Udah hobi barang impor, hobi kolor Malaysia bekas lagi jadi saksi meringankan buat koruptor-koruptor di Indonesia. Jiji gua. Jiji banget lu cek lah. Hati-hati lu. Hoax semua tuh.

Apalagi orang-orang yang sekarang makin banyak tuh nge-framing. Oh, Benix buzzer, Benix buzzer. Tapi enggak pernah sadar diri juga. Jelas gua bukan buzzer. Itu udah pasti. Jelas gua independent. Tapi mereka gak pernah tanya yang sebelahnya yang jelas-jelas makan duit George Soros enggak bilang mereka lu buzzer George Soros kagak ada loh sampai detik ini lu pernah lihat enggak ada orang ngomong lu buzzer George Soros lu hati-hati lu dengar hasutan yang keluar dari influencer-influencer itu youtuber-youtuber setan itu pemuja koruptor yang sekarang ngamuk-ngamuk karena makin banyak mafia ekspor-impor yang ditekan pemerintah hati-hati loh guys fake itu semua di belakang layar apa eh jilat pantat koruptor nomor satu aduh pengin banget dapat komisaris di BUMN, gua terus terang kagak perlu, Bro. Najis gua enggak perlu terus terang aja enggak butuh gua. Kenapa? Ya simpel kita investor dan apa adanya. Jujur gua apa adanya. Dari zaman dulu pun lu bisa cek. Kalau gua bilang gua enggak invest di batu bara, gua tidak invest di batu bara. Walaupun bagus, bagus, gua bahas perusahaannya bagus, apa gua beli? Tidak. Dan gua punya alasan sendiri. Dan gua stay true dengan filosofi investasi gua. Kita apa adanya. Gua cuan dari bisnis pariwisata, kita cuan dari bisnis perbankan. Kita cuan dari bisnis perkebunan. apa adanya dan semua ada di YouTube kita. Apa adanya aja. That's it.

Jadi, Teman-teman pun di sini lu harus belajar jadi diri sendiri. Jangan kayak tukang tipu itu. Di luar bilang anti koruptor, di belakang layar jadi saksi ahli mengebelain koruptor. Nomor satu mafia minyak dibela. Jiji gua bikin buku. Bikin buku sama siapa? Direktur BUMN. Apa yang terjadi? Wah, hebat nih direktur BUMN-nya. Hebat. Keren banget. Perushaan-nya bagus. Apa yang terjadi, Guys? di penjara direktur BUMN ini bela-belain bikin buku sama lu tahu enggak siapa? Kan bangsat yang model-model begini katanya nasionalis katanya independen. Deh gila lu tahu sekali bikinin buku buat koruptor CEO BUMN banyak tuh yang koruptor supaya kelihatan hebat harus bikin buku sama Profesor S3 bayar miliaran guys. Eh besok kena tangkap. Coba lu pikir masih ada integritas enggak itu? Bunuh diri gua, Guys. Jujur kalau gua kayak gitu ya. Bunuh diri lu najis. Ujung-ujungnya apa? Gua tahu ya pengin duit aja. pengin jabatan dari jadi komisaris di BUMN atau jadi direktur BUMN enggak. Gua enggak butuh, Guys. Enggak perlu gua. Tapi lu harus hati-hati sekali lagi guys sama mereka ya. Anjing-anjing peliharaan George Soros ini. Mafia-mafia koruptor itu bakal makin banyak lu. Dan lu hati-hati lu akan diframing itu. Lu akan dijebak sama mereka. Tapi kalau lu lihat history-nya mereka buktikan omongan gua. Apa yang dilakukan mereka? Makan duit koruptor, bikin buku belain koruptor, saksi ahli meringankan ngebelain juga koruptor. Fakta, Guys. Cek, Guys. Cek. Buka mata hati lu. Jangan mau lu ditipu sama mereka. Lu jangan mau. Apalagi kalau lu percaya benix bazar pemerintah. Enggak mungkin. Mana duitnya pemerintah yang ada defisit anggaran, Bro? Kagak ada. George Soros aja enggak sanggup nyogok gua. Gua udah disogok miliaran gua tolak, Bro. Enggak butuh gua. kita kalau benar billing benar, kalau salah bilang salah. That's it, selesai.

So, itu juga yang lu harus lakukan. Kalau lu nanti memulai pembicaraan, lu mau jadi wartawan, interviewer, lu mau jadi podcaster atau whatever, bagus, lu harus PD jadi diri sendiri. Ketika gua beberapa kali lihat interview-nya Warren Buffett juga, yang interview Warren Buffett siapa? Paling sering lu tahulah hostnya si CNBC namanya Becky. Apa dia ngerti soal dunia investasi kagak, Bro? Enggak, jujur aja enggak. Kalau lihat bahkan dari generasi awal Becky interview si Warren Buffett, dia enggak ngerti. Orang cuma wartawan, tapi dia PD. Dia apa adanya? Dari sudut pandang kacamata orang awam. Saya seorang perempuan, ibu rumah tangga. Saya punya anak, saya pengin anak saya nanti bisa kuliah. Enggak usah takut bayar uang kuliah dari mana, investasi di mana yang benar ya, Warren Buffet di sini bla bla bla bla. Kenapa harus taruh di sana? Karena begini begini begini gitu. Jadi berangkat dari diri sendiri. Lu jujur aja sama diri lu sendiri.

Jangan lu ngaku-ngaku ahli ekonomi padahal lu cuma dosen marketing. Suruh jelasin COGs aja enggak bisa. Gua yakin lu suruh ngitung itu enggak ngerti lu kalian. Lu bikin brosur lah. Lu cuma dosen marketing ngomongin ekonomi ya goblok lu ngomongin investasi. Faktanya gini aja simpel. Coba lu bikin prediksi kata lu Indonesia bubar. Indonesia kapan bubarnya? Coba gua tanya IHSG ke berapa? Karena jauh-jauh sebelum lu ngomong itu, Benix sudah bilang IHSG bakal turun ke Rp6.000, rupiah bakal ke Rp16.000. Jauh sebelum lu ngomong hari ini, lu bisa cek historical kita. Dan pun gua kasih tahu alasan gua seperti apa. So, kita apa adanya aja transparan. Tapi coba lu tanya sama orang-orang itu yang katanya ahli hebat, coba gua tanya. Oke, so what? Katanya rupiah menurut lu ke 18.000. Oke, kasih tahu gua satu dua saham mana yang bakal diuntungkan dari situ. Lu berani enggak tuh taruh duit lu di situ? Karena kata lu kalau rupiah melemah harusnya ada perusahaan yang diuntungkan dong. Mana? Coba gua mau kasih lihat dong analisis lu sebelah mana gimana. Atau lu mau ngomong sebaliknya rupiah menguat menguntungkan Indonesia. kasih tahu dong bisnis apa yang diuntungkan. Lu berani enggak taruh duit lu di situ? Jangan lu asal jeplak padahal enggak ngerti apa-apa. Nah, banyak di Indonesia ini keblinger. Asal jeplak tapi enggak ngerti apa-apa. Oh, ya udah dolar melemah. Oh, ya udah dolar menguat. Berarti beli dolarnya kan goblok. Goblok banget itu. Kenapa? Karena even pun dolar melemah dari 17.000 perak ke 20.000 perak itu berarti lu cuman cuan 3.000 perak, Guys. Berarti lu enggak ada cuan 20%, Bro. Apa? Tolol banget asli. Goblok banget asli. Coba gua pengin lihat analisis lu itu. Coba gua udah berulang kali kasih tahu ini saham ini yang bakal merah, saham ini bakal anjlok, saham ini yang bakal untung. Selesai. Sekarang coba tanya sama mereka influencer, YouTuber-YouTuber cap kaki 5 itu tanya sama mereka. Oke. Perusahaan apa yang dirugikan kalau rupiah melemah? Perusahaan apa yang diuntungkan? Lu berani taruh duit lu di situ enggak? Buktikan omongan lu. Buktikan kalau lu bukan asal jeplak, cuma bisa bikin brosur kok bisa bikin analisis makroekonomi. Kan tolol.

Nah, lu jangan jadi begitulah. Jadi diri sendiri jujur apa adanya aja. Kalau enggak ngerti bilang enggak ngerti. Lu jangan nipu orang. Kalau lu sukanya jilat pantat koruptor bilang jilat pantat koruptor. Faktanya lu jadi saksi ahli di persidangan begitu banyak belain koruptor. Fakta. So, teman-teman di sini lu harus berani ya ngomonglah mulai bicara dengan gaya lu sendiri. Enggak perlu takut dibilang sok keren atau sok pintar. Enggak penting juga itu. Tapi yang penting lu jujur dengan apa yang lu sampaikan. Karena orang senang itu. Orang senang lihat ya sesuatu yang apa adanya. Jadi buat teman-teman ya, lu gak usah takut kayak gua berulang kali, gua gak usah takut gua dituduh buzzer kek atau apalah. Enggak, orang gua independent, that's the fact, cek rekening, enggak ada masalah. Dan gua gak takut gua di-cancel, di-reject, enggak. Oke, Bro. Come on, Bro. Kita bukan bocil-bocil YouTuber tuh S3, S2 cendol bangsat pengkhianat negara itu. No, enggak. Lu udah lihat perjalanan investasi kita dari dulu sampai sekarang dari mulai pakai webcam harga Rp300.000. So, that's ok. Tapi yang penting di sini buat teman-teman, kalau lu mau mulai bikin podcast, lu mau mulai bersuara, lakukan. Dan lu enggak usah takut lu enggak bisa diterima. Jangan takut menjadi diri sendiri. Lu enggak mesti kok jadi orang lain biar bisa lu diterima. No. Yang penting apa? Lu cukup jadi versi terbaik aja dari diri lu sendiri. Lakukan apa yang lu mau lakukan. Lu mau bicara soal makanan, soal mobil listrik, soal ekonomi, soal olahraga, apapun lakukanlah. Lu bisa katakan itu, lu bisa jadi diri lu. Yang penting itu sih, Guys. Karena kita cari originality ya di sini.

So, dari sini lu bisa lihat ya, Guys. Yang penting itu kalau lu pengen ngobrol gitu kan, lu pengin didengar. Itu bukan soal siapa nih yang paling jago, paling pintar ngomong. Enggak, enggak. Tapi siapa sih yang bisa paling bikin ya orang lain tuh merasa nyaman? Ini ilmunya Larry King nih. Makanya lu jangan heran. Banyak banget, Bro, ngantri pejabat-pejabat dari luar negeri loh yang pengin ngobrol sama Benix. Gua juga kaget kenapa ya? Mungkin karena ilmu Larry King ini. Nah, Teman-teman, kalau lu melaksanakan empat hal ini ya, kalau lu benar-benar praktekin nih, ini bukan cuma soal mencari jodoh, lu bisa pakai lah buat ngobrol sama cari klien baru atau ngobrol sama orang yang lebih punya wawasan, karisma atau jabatan di atas lu. Lu bisa pakai hal yang sama juga. Sama, basically it's the same thing. Karena sekarang lu enggak cuma jadi lebih jago ngomong, tapi gua yakin ya kalau lu lakukan apa yang dilakukan Larry King ini, orang benar-benar nih mau dengerin lu ngomong.

Anyway, tadi kan ada lima sebetulnya yang gua sharing. Hari ini cuman ada empat. Kalau menurut lu sendiri, yang kelima apa, Guys? Apa sih yang ngebuat orang itu senang ya dengerin Larry King? Apa sih alasan kelima menurut analisis lu sendiri yang membuat ya Larry King itu menjadi interviewer terbaik di muka bumi ini, Guys? Dan menurut kalian yang paling susah mana sih dari yang udah gua sharing itu? Mana yang paling susah untuk lu lakukan, sejujurnya?